Dalam bahasan sebelumnya saya telah membahas tentang fungsi, pengertian dan jenis-jenis firewall (klik bahasan sebelumnya) sekarang kita akan membahas tentanfg cara kerja dari firewall
Tembok api berada di antara kedua jaringan seperti internet dan
komputer sehingga tembok api berfungsi sebagai pelindung. Tujuan utama
adanya firewall adalah untuk user yang tidak menginginkan lalu lintas
jaringan yang berusaha masuk ke komputer, namun tidak hanya itu saja
yang bisa dilakukan tembok api. Firewall juga dapat menganalisis
jaringan yang mencoba masuk ke komputer anda, dan dapat melakukan apa
yang harus dilakukan ketika jaringan tersebut masuk. Contohnya saja,
tembok api bisa diatur untuk memblokir beberapa jenis jaringan yang
mencoba keluar atau mencatat log lalu lintas jaringan yang mencurigakan.
Firewall bisa memiliki berbagai aturan yang dapat anda tambahkan atau
hapus untuk menolak jaringan tertentu. Contohnya saja, hanya dapat
mengakses alamat IP tertentu atau mengumpulkan semua akses dari tempat
lain untuk ke satu tempat yang aman terlebih dahulu
Packet-Filter Firewall
Contoh pengaturan akses (access control) yang diterapkan dalam tembok api
Pada bentuknya yang paling sederhana, sebuah tembok api adalah sebuah router atau komputer
yang dilengkapi dengan dua buah NIC (Network Interface Card, kartu
antarmuka jaringan) yang mampu melakukan penapisan atau penyaringan
terhadap paket-paket yang masuk. Perangkat jenis ini umumnya disebut dengan packet-filtering router.
Firewall jenis ini bekerja dengan cara membandingkan alamat sumber
dari paket-paket tersebut dengan kebijakan pengontrolan akses yang
terdaftar dalam Access Control List
firewall, router tersebut akan mencoba memutuskan apakah hendak
meneruskan paket yang masuk tersebut ke tujuannya atau menghentikannya.
Pada bentuk yang lebih sederhana lagi, tembok api hanya melakukan
pengujian terhadap alamat IP atau nama domain
yang menjadi sumber paket dan akan menentukan apakah hendak meneruskan
atau menolak paket tersebut. Meskipun demikian, packet-filtering router
tidak dapat digunakan untuk memberikan akses (atau menolaknya) dengan
menggunakan basis hak-hak yang dimiliki oleh pengguna.
Cara kerja packet filter tembok api
Packet-filtering router juga dapat dikonfigurasikan agar menghentikan
beberapa jenis lalu lintas jaringan dan tentu saja mengizinkannya.
Umumnya, hal ini dilakukan dengan mengaktifkan/menonaktifkan port TCP/IP dalam sistem tembok api tersebut. Sebagai contoh, port 25 yang digunakan oleh Protokol SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) umumnya dibiarkan terbuka oleh beberapa tembok api untuk mengizinkan surat elektronik dari Internet masuk ke dalam jaringan privat, sementara port lainnya seperti port 23 yang digunakan oleh Protokol Telnet
dapat dinonaktifkan untuk mencegah pengguna Internet untuk mengakses
layanan yang terdapat dalam jaringan privat tersebut. Firewall juga
dapat memberikan semacam pengecualian (exception) agar beberapa
aplikasi dapat melewati tembok api tersebut. Dengan menggunakan
pendekatan ini, keamanan akan lebih kuat tetapi memiliki kelemahan yang
signifikan yakni kerumitan konfigurasi terhadap tembok api: daftar
Access Control List firewall akan membesar seiring dengan banyaknya
alamat IP, nama domain, atau port yang dimasukkan ke dalamnya, selain
tentunya juga exception yang diberlakukan.
Circuit Level Gateway
Cara kerja circuit level firewall
Firewall jenis lainnya adalah Circuit-Level Gateway, yang umumnya berupa komponen dalam sebuah proxy server. Tembok api jenis ini beroperasi pada level yang lebih tinggi dalam model referensi tujuh lapis OSI
(bekerja pada lapisan sesi/session layer) daripada Packet Filter
Firewall. Modifikasi ini membuat tembok api jenis ini berguna dalam
rangka menyembunyikan informasi mengenai jaringan terproteksi, meskipun
tembok api ini tidak melakukan penyaringan terhadap paket-paket
individual yang mengalir dalam koneksi.
Dengan menggunakan tembok api jenis ini, koneksi yang terjadi antara
pengguna dan jaringan pun disembunyikan dari pengguna. Pengguna akan
dihadapkan secara langsung dengan firewall pada saat proses pembuatan
koneksi dan tembok api pun akan membentuk koneksi dengan sumber daya
jaringan yang hendak diakses oleh pengguna setelah mengubah alamat IP
dari paket yang ditransmisikan oleh dua belah pihak. Hal ini
mengakibatkan terjadinya sebuah sirkuit virtual (virtual circuit) antara pengguna dan sumber daya jaringan yang ia akses.
Tembok api ini dianggap lebih aman dibandingkan dengan
Packet-Filtering Firewall, karena pengguna eksternal tidak dapat melihat
alamat IP jaringan internal dalam paket-paket yang ia terima, melainkan
alamat IP dari tembok api.
Application Level Firewall
Application Level Firewall (disebut juga sebagai application proxy atau application level gateway)
Tembok api jenis lainnya adalah Application Level Gateway (atau
Application-Level Firewall atau sering juga disebut sebagai Proxy
Firewall), yang umumnya juga merupakan komponen dari sebuah proxy
server. Firewall ini tidak mengizinkan paket yang datang untuk melewati
tembok api secara langsung. Tetapi, aplikasi proxy yang berjalan dalam
komputer yang menjalankan tembok api akan meneruskan permintaan tersebut
kepada layanan yang tersedia dalam jaringan privat dan kemudian
meneruskan respons dari permintaan tersebut kepada komputer yang membuat
permintaan pertama kali yang terletak dalam jaringan publik yang tidak
aman.
Umumnya, tembok api jenis ini akan melakukan autentikasi terlebih
dahulu terhadap pengguna sebelum mengizinkan pengguna tersebut untuk
mengakses jaringan. Selain itu, tembok api ini juga mengimplementasikan
mekanisme auditing dan pencatatan (logging) sebagai bagian dari
kebijakan keamanan yang diterapkannya. Application Level Firewall juga
umumnya mengharuskan beberapa konfigurasi yang diberlakukan pada
pengguna untuk mengizinkan mesin klien agar dapat berfungsi. Sebagai
contoh, jika sebuah proxy FTP
dikonfigurasikan di atas sebuah application layer gateway, proxy
tersebut dapat dikonfigurasikan untuk mengizinlan beberapa perintah FTP,
dan menolak beberapa perintah lainnya. Jenis ini paling sering
diimplementasikan pada proxy SMTP
sehingga mereka dapat menerima surat elektronik dari luar (tanpa
menampakkan alamat e-mail internal), lalu meneruskan e-mail tersebut
kepada e-mail server dalam jaringan. Tetapi, karena adanya pemrosesan
yang lebih rumit, tembok api jenis ini mengharuskan komputer yang
dikonfigurasikan sebagai application gateway memiliki spesifikasi yang
tinggi, dan tentu saja jauh lebih lambat dibandingkan dengan
packet-filter tembok api.
Tembok api NAT
NAT (Network Address Translation) Firewall secara otomatis
menyediakan proteksi terhadap sistem yang berada di balik tembok api
karena NAT Firewall hanya mengizinkan koneksi yang datang dari
komputer-komputer yang berada di balik tembok api. Tujuan dari NAT
adalah untuk melakukan multiplexing terhadap lalu lintas dari
jaringan internal untuk kemudian menyampaikannya kepada jaringan yang
lebih luas (MAN, WAN atau Internet) seolah-olah paket tersebut datang
dari sebuah alamat IP atau beberapa alamat IP. NAT Firewall membuat
tabel dalam memori yang mengandung informasi mengenai koneksi yang
dilihat oleh tembok api. Tabel ini akan memetakan alamat jaringan
internal ke alamat eksternal. Kemampuan untuk menaruh keseluruhan
jaringan di belakang sebuah alamat IP didasarkan terhadap pemetaan
terhadap port-port dalam NAT firewall.
Tembok api stateful
Cara kerja stateful firewall
Stateful Firewall merupakan sebuah tembok api yang menggabungkan
keunggulan yang ditawarkan oleh packet-filtering firewall, NAT Firewall,
Circuit-Level Firewall dan Proxy Firewall dalam satu sistem. Stateful
Firewall dapat melakukan filtering terhadap lalu lintas berdasarkan
karakteristik paket, seperti halnya packet-filtering firewall, dan juga
memiliki pengecekan terhadap sesi koneksi untuk meyakinkan bahwa sesi
koneksi yang terbentuk tersebut diizinlan. Tidak seperti Proxy Firewall
atau Circuit Level Firewall, Stateful Firewall umumnya didesain agar
lebih transparan (seperti halnya packet-filtering firewall atau NAT
firewall). Tetapi, stateful tembok api juga mencakup beberapa aspek yang
dimiliki oleh application level firewall, sebab ia juga melakukan
inspeksi terhadap data yang datang dari lapisan aplikasi (application
layer) dengan menggunakan layanan tertentu. Tembok api ini hanya
tersedia pada beberapa tembok api kelas atas, semacam Cisco PIX. Karena
menggabungkan keunggulan jenis-jenis tembok api lainnya, stateful tembok
api menjadi lebih kompleks.
Tembok api virtual
Virtual tembok api adalah sebutan untuk beberapa tembok api logis
yang berada dalam sebuah perangkat fisik (komputer atau perangkat tembok
api lainnya). Pengaturan ini mengizinkan beberapa jaringan agar dapat
diproteksi oleh sebuah tembok api yang unik yang menjalankan kebijakan
keamanan yang juga unik, cukup dengan menggunakan satu buah perangkat.
Dengan menggunakan tembok api jenis ini, sebuah ISP (Internet Service Provider)
dapat menyediakan layanan tembok api kepada para pelanggannya, sehingga
mengamankan lalu lintas jaringan mereka, hanya dengan menggunakan satu
buah perangkat. Hal ini jelas merupakan penghematan biaya yang
signifikan, meski tembok api jenis ini hanya tersedia pada tembok api
kelas atas, seperti Cisco PIX 535.
Tembok api transparan
Transparent Firewall (juga dikenal sebagai bridging firewall)
bukanlah sebuah tembok api yang murni, tetapi ia hanya berupa turunan
dari stateful Firewall. Daripada firewall-firewall lainnya yang
beroperasi pada lapisan IP ke atas, transparent tembok api bekerja pada
lapisan Data-Link Layer, dan kemudian ia memantau lapisan-lapisan yang
ada di atasnya. Selain itu, transparent tembok api juga dapat melakukan
apa yang dapat dilakukan oleh packet-filtering firewall, seperti halnya
stateful firewall dan tidak terlihat oleh pengguna (karena itulah, ia
disebut sebagai Transparent Firewall).
Intinya, transparent tembok api bekerja sebagai sebuah bridge yang
bertugas untuk menyaring lalu lintas jaringan antara dua segmen
jaringan. Dengan menggunakan transparent tembok api, keamanan sebuah
segmen jaringan pun dapat diperkuat, tanpa harus mengaplikasikan NAT
Filter. Transparent Firewall menawarkan tiga buah keuntungan, yakni
sebagai berikut:
- Konfigurasi yang mudah (bahkan beberapa produk mengklaim sebagai "Zero Configuration"). Hal ini memang karena transparent firewall dihubungkan secara langsung dengan jaringan yang hendak diproteksinya, dengan memodifikasi sedikit atau tanpa memodifikasi konfigurasi tembok api tersebut. Karena ia bekerja pada data-link layer, pengubahan alamat IP pun tidak dibutuhkan. Tembok api juga dapat dikonfigurasikan untuk melakukan segmentasi terhadap sebuah subnet jaringan antara jaringan yang memiliki keamanan yang rendah dan keamanan yang tinggi atau dapat juga untuk melindungi sebuah host, jika memang diperlukan.
- Kinerja yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh tembok api yang berjalan dalam lapisan data-link lebih sederhana dibandingkan dengan tembok api yang berjalan dalam lapisan yang lebih tinggi. Karena bekerja lebih sederhana, maka kebutuhan pemrosesan pun lebih kecil dibandingkan dengan tembok api yang berjalan pada lapisan yang tinggi, dan akhirnya performa yang ditunjukannya pun lebih tinggi.
- Tidak terlihat oleh pengguna (stealth). Hal ini memang dikarenakan Transparent Firewall bekerja pada lapisan data-link, dan tidak membutuhkan alamat IP yang ditetapkan untuknya (kecuali untuk melakukan manajemen terhadapnya, jika memang jenisnya managed firewall). Karena itulah, transparent firewall tidak dapat terlihat oleh para penyerang. Karena tidak dapat diraih oleh penyerang (tidak memiliki alamat IP), penyerang pun tidak dapat menyerangnya.
No comments:
Post a Comment